Bupati Blitar Meninjau Kondisi RSUD Srengat Pasca Gempa Dan Memberikan Arahan Bimbingan Teknis Tim Penilai BLUD

Di upload oleh: Tim Redaksi - Tanggal: 13 April 2021

Bupati Blitar, Hj. Rini Syarifah melakukan kunjungan ke RSUD Srengat pada hari Senin, 12 April 2021. Ada dua kegiatan yang menjadi agenda kunjungan tersebut, pertama pengecekan kondisi RSUD Srengat terkait dampak dari Gempa 10 April kemarin dan agenda kedua membuka kegiatan Bimbingan Teknis Tim Penilai BLUD dan Paparan Persyaratan Dokumen Administratif BLUD.

Didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar dr. Miftahul Huda, Direktur RSUD Srengat dr. Pantjarara Budiresmi, Sp. PK dan jajaran manajemen rumah sakit, Hj. Rini Syarifah melihat kondisi beberapa bagian bangunan RSUD Srengat yang mengalami kerusakan akibat gempa. Beliau menginstruksikan agar segera dilakukan penanganan dengan cepat. Hal tersebut mengingat agar pelayanan kepada masyarakat tetap aman dilakukan.

Kegiatan selanjutnya Hj. Rini Syarifah memberikan arahan kegiatan Bimbingan Teknis Tim Penilai BLUD dan Paparan Persyaratan Dokumen Administratif BLUD yang bertempat di Aula Candi Mleri RSUD Srengat. Kegiatan ini dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar Drs. Mujianto, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Izul Marom, M. Ed dan Tim Penilai dari Dinas Kesehatan, Inspektorat, BKPSDM, BPKAD, Bagian Organisasi Sekretariat Daerah dan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar. Turut hadir pula dokter-dokter spesialis, pejabat struktural dan sebagian pegawai RSUD Srengat.

Dalam pembukaannya, Pj. Sekretaris Daerah, Drs. Mujianto selaku Ketua Tim Penilai menyampaikan, tujuan diadakannya Bimbingan Teknis ini adalah yang pertama tersusunnya pedoman yang dapat digunakan oleh Tim Penilai dalam melakukan penilaian atas usulan penerapan BLUD. Tujuan kedua tersusunnya instrumen penilaian bagi tim penilai sesuai dengan karakteristik dan potensi daerah dan yang ketiga terjaganya obyektivitas, transparansi dan kualitas penilaian.

Beliau menyampaikan dengan berdirinya rumah sakit yang megah ini ibaratnya raganya sudah terbentuk sedemikian rupa tinggal mengisi rohnya nanti.

“Mulai peralatan, tenaga medis yang profesional dan sebagainya sehingga maksud dan tujuan didirikannya RSUD Srengat ini dan kehadirannya betul-betul dapat dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Blitar secara umum,” ungkap Drs. Mujianto.

Sementara itu Hj. Rini Syarifah dalam arahannya menyampaikan sudah menjadi kewajiban negara hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Hal ini sesuai Panca Bhakti yang kedua yakni Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat serta Perlindungan Ibu dan Anak. BLUD merupakan wujud keleluasaan dalam pola pengelolaan keuangan dengan menerapkan praktek bisnis yang sehat. 

“Adanya fleksibilitas tersebut sebagai upaya untuk menjawab tuntutan pelayanan masyarakat agar pelayanan publik meningkat. Penetapan BLUD harus dilakukan secara selektif dan cermat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan tentang Badan Layanan Umum Daerah,” sambung Hj. Rini Syarifah.

Beliau juga berpesan bimbingan teknis yang diselenggarakan bisa diikuti dengan serius sehingga kualitas dan kapasitas SDM semakin meningkat. Mengingat BLUD tidak sekedar sebagai format baru dalam pengelolaan APBN maupun APBD tetapi diharapkan bisa menjadi pembaharuan manajemen keuangan sektor publik demi meningkatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. 

“Tentu harapan kita bersama RSUD Srengat menjadi BLUD bisa lebih cepat. Semoga cita-cita menjadikan BLUD RSUD Srengat segera bisa terwujud. Jika masih terdapat dokumen atau berkas yang belum lengkap, sudah semestinya kami akan memperbaikinya untuk menjadikan dokumen BLUD RSUD Srengat yang sempurna,” pungkas beliau.