Hipertensi Si Pembunuh Diam-Diam? Kenali Gejalanya Dan Cara Pencegahannya

Di upload oleh: Tim Redaksi - Tanggal: 15 Maret 2021

Oleh: dr. Adhe Marlin Sanyoto / Dokter Umum RSUD Srengat

Apa itu Hipertensi/Darah Tinggi?

Hipertensi disebut juga tekanan darah tinggi atau secara umumnya disebut darah tinggi merupakan salah satu kelainan dari tubuh dimana tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan / atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg.

Berdasarkan penyebab, hipertensi terbagi menjadi dua, yaitu :

1. Hipertensi esensial atau primer yang tidak diketahui penyebabnya

2. Hipertensi sekunder yang penyebabnya dapat ditentukan melalui tanda-tanda di antaranya kelainan pembuluh darah ginjal, gangguan kelenjar tiroid (hipertiroid), dan penyakit kelenjar adrenal (hiperaldosteronisme).

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dan sering disebut sebagai ‘pembunuh diam-diam” karena sering ditemui tanpa keluhan, sehingga pasien tidak tahu kalau dirinya mengidap hipertensi tetapi kemudian lama kelamaan baru diketahui ketika sudah terdapat penyakit penyulit atau komplikasi dari hipertensi, seperti stroke, penyakit jantung koroner, diabetes, dan gagal ginjal.

Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi atau kecenderungan penyakit hipertensi pada penduduk umur 18 tahun ke atas di Indonesia adalah sebesar 25,8% atau 1 dari 4 orang yang diukur tekanan darahnya

Sumber : Joint National Committee on Prevention Detection, Evaluation, and Treatment of High Pressure VII/JNC-VII, 2003

Gejala Hipertensi

Hipertensi atau darah tinggi seringkali ditemukan tanpa gejala khusus. Namun secara umum gejala yang sering dirasakan oleh pasien antara lain sakit kepala, gelisah, jantung berdebar-debar, pusing, penglihatan kabur, rasa sakit di dada, mudah lelah, dan nyeri di tengkuk leher.

 

Pencegahan Hipertensi

Cara mencegah hipertensi adalah dengan pola hidup yang sehat dan menghindari perilaku berisiko, seperti sering berolahraga rutin 2 kali dalam seminggu, sering konsumsi buah dan sayuran, tidak merokok, tidak konsumsi alkohol, istirahat yang cukup sekitar 7-8 jam dalam sehari, hindari stress, dan juga hindari konsumsi gula, garam, lemak, serta makanan berpengawet secara berlebih.

Berdasarkan Anjuran dari Kemenkes, kita dapat mencegah terjadinya hipertensi dengan perilaku CERDIK, yang merupakan singkatan dari

  1. Cek kesehatan secara berkala
  2. Enyahkan asap rokok
  3. Rajin aktivitas fisik
  4. Diet sehat dengan kalori seimbang
  5. Istirahat yang cukup
  6. Kelola stress

 

Diet Rendah Garam Pencegah Hipertensi

Selain itu, hipertensi dapat dicegah dengan pendekatan diet rendah garam, dengan maksimal konsumsi garam dalam sehari adalah 1 sendok teh / 5 gram.

Saat memasak sebaiknya menggunakan mentega atau margarine yang tidak mengandung garam (natrium). Untuk memperbaiki rasa yang tawar, dapat digunakan bumbu-bumbu atau rempah seperti bawang merah, bawang putih, gula, cuka, kunyit, daun salam, dan asam. Dengan menggoreng, menumis, pepes, kukus atau memanggang juga dapat meninggikan / menambah rasa masakan sehingga tidak terasa tawar.

 

Pengobatan Hipertensi

Apabila anda telah didiagnosa hipertensi oleh dokter, maka sebaiknya ikuti anjuran dokter untuk kontrol tekanan darah rutin dan mengonsumsi obat agar tekanan darah terkontrol dan tidak menimbulkan komplikasi penyakit di kemudian hari.

Ingat, hipertensi dapat dicegah dan diobati hingga tekanan darah terkontrol mencapai normal. Mari kita cegah hipertensi si pembunuh diam-diam mulai dari diri sendiri.

 

Referensi:

Kemenkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar; RISKESDAS. Jakarta: Balitbang Kemenkes RI

Pusdatin Kemenkes RI. 2019. Infodatin : Hipertensi Si Pembunuh Senyap. https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-hipertensi-si-pembunuh-senyap.pdf. Diakses pada tanggal 13 Maret 2021

P2PTM Kemenkes RI. 2018. Cegah Hipertensi dengan menerapkan CERDIK. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/page/20/cegah-hipertensi-dengan-menerapkan-cerdik. Diakses pada tanggal 13 Maret 2021

P2PTM Kemenkes RI. 2018. Diet pada Hipertensi. http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi/diet-pada-hipertensi. Diakses pada tanggal 13 Maret 2021