Syarat-Syarat Penerima Vaksin COVID-19 Di Indonesia

Di upload oleh: Tim Redaksi - Tanggal: 15 Maret 2021

Oleh : dr. Mochamad Ali Rosadi

Selain menjalankan protokol kesehatan yang ketat, salah satu cara pencegahan yang bisa dilakukan untuk menanggulangi Corona Virus Disease 19 (COVID-19) adalah vaksinasi. Vaksinasi sudah mulai banyak dikembangkan oleh para peneliti dari berbagai penjuru dunia. Salah satu vaksin yang sudah teruji klinis yakni Sinovac, dipilih oleh pemerintah Indonesia untuk melindungi rakyat Indonesia dari risiko tertular dan meninggal karena COVID-19.

Vaksinasi merupakan proses memasukkan virus yang sudah dilemahkan atau dimatikan untuk merangsang respon tubuh untuk menghasilkan antibodi/imunitas terhadap virus yang diinginkan. Melansir John Hopkins Medicine, semua vaksin yang akan digunakan sudah dinyatakan aman karena melewati uji klinis beberapa tahap, termasuk vaksin yang diproduksi oleh Sinovac yang digunakan di Indonesia.

Masyarakat tidak perlu lagi meragukan keamanannya, selain itu efek samping yang ditimbulkan oleh Sinovac pun termasuk dalam kategori ringan. Bahkan, seseorang bisa saja tidak mengalami efek samping apapun setelah mendapatkan vaksinasi COVID-19. Itupun efek samping yang timbul merupakan hal normal, yang menandakan vaksin tengah bekerja untuk membangun sistem imun dalam tubuh. Gejala yang muncul biasanya berupa nyeri pada lokasi suntik, terasa lelah, demam ringan, hingga sakit kepala.

Maka, tidak perlu ragu lagi untuk vaksinasi COVID-19. Tenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan menjadi kelompok prioritas pertama yang mendapatkan vaksin COVID-19. Setelah itu petugas pelayan publik, lansia dan masyarakat luas. Berikut syarat-syarat yang perlu diperhatikan sebelum menerima vaksin COVID-19 di Indonesia:

  1. Tidak memiliki penyakit kronis, seperti penyakit jantung, autoimun, gagal ginjal kronis, rematik autoimun, penyakit saluran pencernaan kronis, hipertiroid atau hipotiroid, serta penyakit kanker.
  2. Tidak sedang mengalami infeksi akut yang disertai dengan demam, batuk, pilek, diare, dan lain-lain.
  3. Tidak sedang hamil.
  4. Tidak memiliki anggota keluarga yang menjadi pasien COVID-19 atau sedang dalam perawatan COVID-19.
  5. Jika saat skrining kesehatan, mengalami demam atau suhu tubuh diatas 37,5 derajat Celsius, maka vaksinasi akan ditunda. Kemudian akan diminta untuk melakukan pemeriksaan terkait gejala yang dialami dan mengunjungi pos kesehatan yang sama. Jika penyebabnya bukan COVID-19 dan suhu sudah kembali normal, maka vaksinasi bisa dilakukan dengan melakukan skrining terlebih dahulu.
  6. Pengidap diabetes tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5% dapat diberikan vaksinasi COVID-19.
  7. Jika kamu memiliki penyakit paru, seperti asma, PPOK, atau TBC, maka vaksinasi akan ditunda hingga kondisi kamu dapat dinyatakan baik.
  8. Untuk pengidap TBC yang masih dalam perawatan, vaksinasi dapat diberikan setelah dua minggu menerima obat antituberkulosis.
  9. Apabila saat skrining kesehatan kamu memiliki tekanan darah di atas atau sama dengan 180/110, artinya vaksinasi tidak dapat diberikan.
  10. Penyintas COVID-19 bisa mendapatkan vaksinasi minimal tiga bulan setelah sembuh.

 

Referensi:

John Hopkins Medicine. Diakses pada 2021. Is the COVID-19 Vaccine Safe?

Centers for Disease and Control Prevention. Diakses pada 2021. What to Expect after Getting a COVID-19 Vaccine.

Centers for Disease and Control Prevention. Diakses pada 2021. When Vaccine is Limited, Who Should Get Vaccinated First?

World Health Organization. Diakses pada 2021. How Do Vaccines Work?

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Diakses pada 2021. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2021. Seputar Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19.

www.halodoc.com  artikel berjudul Inilah Syarat Penerima Vaksin Corona di Indonesia. diakses pada 14/03/2021 pukul 16.00 WIB