Laa Kok Gitu Mas, inovasi apa sih itu?? Laa Kok Gitu Mas adalah Layanan Konsultasi dan Konseling Gizi Turun Masyarakat yang merupakan inovasi dari Instalasi Gizi RSUD Srengat. Permasalahan yang mendasari munculnya inovasi ini dikarenakan Stunting yang masih merupakan salah satu masalah gizi nasional dimana pada tahun 2023 prevalensi mencapai 21,6?n untuk tahun 2024 pemerintah menargetkan prevalensi stunting menjadi 14%.
Dalam rangka mendukung strategi nasional penanganan stunting dan program Kabupaten Layak Anak (KLA), maka RSUD Srengat menginisiasi untuk membuat inovasi pelayanan berupa LAA KOK GITU MAS (Layanan KonsultasI dan Konseling Gizi Turun Masyarakat). Adapun bentuk kegiatannya dilaksanakan secara internal dan eksternal. Kegiatan internal dengan memberikan pilihan menu kepada pasien anak di rawat inap, pemberian edukasi tentang variasi menu makanan anak, konseling dan konsultasi kepada ibu hamil di rawat inap. Kemudian juga dilakukan pemberian penyuluhan pada pasien rawat jalan Poli Gizi rujukan dari Poli Tumbuh Kembang. Pilihan menu yang ditawarkan sesuai kesukaannya bertujuan untuk meningkatkan asupan makanan balita untuk mendukung proses penyembuhan dan tumbuh kembangnya.
Sedangkan pada kegiatan eksternal berupa penyuluhan tentang pemberian makanan anak disertai demo masak melalui tatap muka langsung dan live cooking via Instagram. Demo masak merupakan salah satu cara efektif untuk mengenalkan menu balita yang padat gizi, dengan tampilan menarik, cara yang mudah dan memanfaatkan bahan pangan lokal. Sasaran kegiatan internal antara lain, ibu hamil, balita, ibu balita pasien rawat inap, rawat jalan dan ibu balita karyawan rumah sakit. Sedangkan sasaran eksternal meliputi TP PKK Kecamatan/ Kelurahan, Muslimat NU, dan kelompok PAUD.
Keunggulan dari Inovasi ini adalah dianggap mampu untuk meningkatkan pengetahuan keluarga khususnya Ibu dalam memberikan makanan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Dapat memberikan berbagai pilihan menu yang beragam baik jenis dan bentuknya, membantu meningkatkan nafsu makan anak dan asupan makan anak sehingga dapat mempertahankan/ meningkatkan status gizi anak, meningkatkan kepuasan pasien terhadap penerimaan makanan rumah sakit, sehingga dapat menunjang kepuasan pasien secara umum. Selain itu, dapat meminimalkan waste makanan, sehingga dapat mendukung capaian SPM waste rumah sakit.
KHUSUS PASIEN RAWAT INAP : https://bit.ly/PEMESANANMENUPELITA
GUIDE BOOK LAA KOK GITU MAS : https://bit.ly/LAAKOKGITUMASRSSR