Email
rsudsrengat@blitarkab.go.id
Call Center
(0342) 5651555 - (Wa Pengaduan) 081131181999 - (WA Informasi) 0811 3118 1777
Lokasi
Jl. Raya Dandong No 51 66152 Srengat Blitar

Diet Dan Olahraga Pada Penderita Hipertensi

13 June 2023

Oleh : dr. Fadhila Nurisa, Sp. PD.

Hipertensi adalah keadaan tekanan darah > 140 mmHg sistolik dan /atau > 90 mmHg diastolik pada seseorang yang tidak sedang minum obat anti hipertensi. Hasil pemeriksaan hipertensi digolongkan menjadi 5 klasifikasi yaitu :

  1. Tekanan darah normal adalah ketika tekanan darah sistolik <120 mmHg dan tekanan darah diastolik <80 mmHg.
  2. Pre-hipertensi adalah ketika tekanan darah sistolik 120-139 mmHg atau tekanan darah diastolik 80-89 mmHg
  3. Hipertensi tahap 1 adalah ketika tekanan darah sistolik 140-159 mmHg atau tekanan darah diastolik 90-99 mmHg
  4. Hipertensi tahap 2 adalah ketika tekanan darah sistolik >160 atau tekanan darah diastolik >100
  5. Hipertensi sistolik terisolasi adalah ketika tekanan darah sistolik >140 dan tekanan darah diastolik <90

Hipertensi adalah pengertian medis dari penyakit tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi kesehatan yang membahayakan nyawa jika dibiarkan. Bahkan, gangguan ini dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, hingga kematian. Diantara komplikasi yang dapat terjadi akibat dari penyakit hipertensi ini adalah : 

  1. Pembesaran jantung ventrikel kiri
  2. Kebocoran protein di dalam kencing (Proteinuria)
  3. Gangguan fungsi ginjal
  4. Penyempitan (Aterosklerosis) pembuluh darah
  5. Gangguan penglihatan (Retinopati)
  6. Stroke
  7. Serangan jantung (Infark miokard)
  8. Gagal jantung

Terdapat dua jenis risiko faktor risiko pencetus hipertensi yaitu faktor risiko yang dapat diubah dan faktor risiko yang tidak dapat diubah. Faktor pertama mengenai variabel yang tidak dapat diubah termasuk usia, jenis kelamin, dan faktor genetik. Sementara untuk jenis faktor risiko yang dapat dirubah meliputi gaya hidup yang tidak sehat. Apabila faktor risiko yang tidak dapat diubah dikombinasikan dengan gaya hidup yang tidak sehat, risiko yang akan dihadapi adalah kondisi hipertensi semakin parah hingga menimbulkan komplikasi berbahaya lainnya sampai kepada kematian. Gaya hidup tidak sehat yang dimaksud adalah : 

  1. Diet tidak sehat dengan konsumsi makanan tinggi garam, berpengawet, tinggi gula dan tinggi kalori. 
  2. Kurang aktivitas fisik yang menyebabkan terlambatnya pelepasan hormon sitokin yang berfungsi mengendurkan darah.
  3. Overweight atau kelebihan berat badan yang menyebabkan tubuh memiliki timbunan lemak lebih banyak dari kondisi normal. Lemak yang tertumpuk pada pembuluh darah mengakibatkan terganggunya peredaran darah sehingga jantung bekerja mempompa darah berisi oksigen ke seluruh tubuh lebih keras
  4. Minum minuman beralkohol. Alkohol dapat mempersempit pembuluh darah, sehingga dapat merusak pembuluh darah dan organ dalam tubuh. 

Dalam mengontrol hipertensi yang harus dilakukan adalah mengkombinasikan kebiasaan hidup sehat dan konsumsi obat pengendali tekanan darah sesuai resep dokter secara teratur. Modifikasi gaya hidup yang dapat dilakukan adalah dengan cara:

  1. Diet rendah garam dengan batas konsumsi garam harian <6 gram/ hari 
  2. Perbanyak makan sayur, buah dan boleh dikombinasikan dengan susu rendah lemak dan rendah laktosa
  3. Perbanyak aktivitas fisik minimal 30 menit/hari, aerobic rutin, atau jalan cepat 
  4. Adaptasi menu diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertention), program diet ini menekankan pada pengurangan asupan garam dengan meningkatkan konsumsi buah, sayur, biji-bijian dan produk susu rendah lemak. 
  5. Menghindari konsumsi alkohol 
  6. Menghindari asap rokok 

MAKANAN YANG TIDAK DIANJURKAN BAGI PENDERITA HIPERTENSI 

Bagi penderita hipertensi ada beberapa makanan yang harus dibatasi dalam intake harian diantaranya :

  1. Roti, biskuit, kue dimasak dengan garam dapur, baking powder, soda kue
  2. Otak, ginjal, sarden, lidah, makanan diawetkan dg garam dapur, seperti dendeng, abon, keju, ikan asin, ikan kaleng, kornet
  3. Kacang-kacangan, keripik, snack dimasak dg garam dapur dan ikatan natrium lainnya
  4. Sayuran dan buah yang diawetkan dengan garam dapur dan ikatan natrium lainnya, asinan, acar, sawi asin, sayuran/buah kaleng
  5. Margarin dan mentega
  6. Minuman ringan 
  7. Bumbu mengandung garam, kecap, terasi, saos tomat, petis, tauco
  8. Alkohol


MAKANAN YANG DIANJURKAN BAGI PENDERITA HIPERTENSI 

Pemenuhan intake harian bagi penderita hipertensi yang aman dikonsumsi diantaranya :

  1. Beras, kentang, singkong, terigu, tapioka, makanan yang diolah dari bahan makanan tersebut tanpa garam dapur dan soda seperti makaroni, mie, bihun, roti.
  2. Daging dan ikan maksimal 100 gram persajian, telur maksimal satu butir persajian. Jumlah sajian disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian masing-masing orang antara 3-6 porsi perhari. 
  3. Semua sayuran dan buah segar, atau yang diawet tanpa garam dapur dan natrium benzoate.
  4. Bumbu kering yang tidak mengandung garam dan pengawet.


Penyunting : Tim PKRS RSUD Srengat