Oleh Uswatun Fitroh, S.Psi., M.Psi, Psikolog
Kesehatan jiwa adalah keadaan sejahtera dimana seorang bisa mengeluarkan kemampuan yang ada di dalam dirinya. Sementara menurut Undang-Undang No. 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, sehat jiwa adalah kondisi dimana seseorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan sosial, sehingga individu tersebut dapat menyadari kemampuannya sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara proaktif dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya.
Hari Kesehatan Jiwa pertama kali diperingati pada tanggal 10 Oktober 1992 dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang isu kesehatan mental dan menghilangkan stigma yang menyertai tentang kesehatan mental. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, menunjukkan lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional dan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi. Menurut WHO, satu dari lima anak-anak dan remaja di dunia memiliki masalah mental dan emosional. Sementara pada orang dewasa, kondisi ini mempengaruhi satu dari empat orang di dunia. Data tersebut menunjukkan bahwa kesadaran akan kesehatan mental masih kurang dan perlu perhatian lebih dari masyarakat dan pemerintah.
Masalah kesehatan jiwa yang sering terjadi adalah diantaranya :
1. Stres
Stres adalah keadaan ketika seseorang mengalami tekanan, baik secara emosi maupun mental. Masalah kesehatan yang bisa timbul akibat stres diantaranya gangguan tidur, lelah, sakit kepala, sakit perut, nyeri dada, nyeri atau tegang pada otot, penurunan gairah seksual, obesitas, hipertensi, diabetes, gangguan jantung. Sementara dampak stres yang timbul diantaranya yaitu lebih sering menyendiri, enggan makan atau makan berlebihan, emosi tidak stabil, konsumsi minuman beralkohol dan penyalahgunaan narkoba.
2. Cemas
Cemas adalah kondisi ketika seseorang mengalami rasa gelisah berlebihan yang sulit dikendalikan, sehingga berdampak buruk terhadap kehidupan sehari-hari. Gejala psikologis yang timbul dari gangguan kecemasan ini diantaranya berkurangnya rasa pecaya diri, mudah marah, stres, sulit berkonsentrasi. Sementara untuk gejala fisik yang timbul akibat gangguan kecemasan adalah sulit tidur, badan gemetar, berkeringat secara berlebihan, sesak napas, pusing dan mudah lelah.
3. Depresi
Depresi merupakan gangguan suasana hati yang menyebabkan penderitanya merasa sedih secara terus menerus. Gejala yang nampak ketika seorang mengalami depresi diantaranya kehilangan minat melakukan sesuatu, merasa sedih, menangis terus menerus, merasa sangat bersalah atau khawatir berlebihan, mudah tersinggung, memiliki pikiran untuk melakukan bunuh diri. Dampak dari kondisi depresi terhadap kesehatan fisik diantaranya yaitu gangguan tidur, badan terasa lemah, perubahan kondisi hormon tubuh, merasa sakit dan nyeri tanpa sebab, gangguan pencernaan dan nafsu makan.
Stigma kesehatan jiwa yang ada di masyarakat cenderung dianggap sebagai hal yang negatif. Orang dengan masalah kejiwaan dianggap sepele dan dirasa tidak perlu berobat, karena menurut sebagian masyarakat tersebut orang yang menderita masalah kejiwaan akan sembuh seiring berjalannya waktu. Bahkan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dianggap tidak dapat disembuhkan dengan obat apapun dan hal itu merupakan aib keluarga, sehingga ada beberapa ODGJ yang dipasung dan diasingkan dari masyarakat dan lingkungannya.
Dampak negatif yang ditimbulkan dari stigma sebagian orang mengenai kesehatan jiwa diantaranya :
· Menghambat proses penyembuhan orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ);
· Sulit melakukan interaksi;
· Kesempatan kerja yang sedikit;
· Penurunan peluang untuk mendapatkan pemukiman;
· Penurunan kualitas dalam perawatan kesehatan;
· Penurunan harga diri.
Akibat dari terganggunya kesehatan jiwa pada seseorang diantaranya :
1. Produktivitas kerja menurun;
2. Hubungan dengan orang lain terganggu;
3. Menurunnya kemampuan berfikir;
4. Pengendalian emosi yang buruk, yang mengarah pada perilaku yang buruk.
Sehat jiwa ditandai dengan kondisi sebagai berikut :
1. Perasaan sehat dan bahagia;
2. Mampu menghadapi tantangan hidup;
3. Dapat menerima orang lain sebagaimana adanya;
4. Mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain.
Cara menjaga kesehatan jiwa diantaranya yaitu :
1. Bicarakan keluhan dengan sesorang yang dapat dipercaya atau konsultasikan dengan professional (psikolog/psikiater);
2. Tenangkan pikiran dengan relaksasi;
3. Meningkatkan ibadah dengan mendekatkan diri kepada Tuhan;
4. Melakukan kegiatan yang sesuai dengan minat dan kemampuan;
5. Mengembangkan hobi yang bermanfaat;
6. Berfikir positif;
7. Jaga kesehatan dengan olahraga/aktivitas fisik secara teratur;
8. Cukup istirahat dan konsumsi makanan yang sehat dan bergizi.
Peran keluarga dan orang terdekat terhadap anggota keluarganya yang mengalami masalah kejiwaan diantaranya :
1. Memahami dan memberi dukungan kepada penderita, meyakinkan bahwa setiap permasalahan pasti ada jalan keluar;
2. Jangan dijauhi / jangan diasingkan;
3. Evaluasi cara berfikir dan mengatasi masalah;
4. Mendampingi penderita hingga menemukan jalan keluar.
Penyunting : Unit PKRS RSUD Srengat